Headline News

Monday, 9 January 2017

tanto jogja

PE Tomat Rp28.700 Perkilogram

BANYAK merk plastik Polyethylene (PE) yang ada dipasaran saat ini. Umumnya, masyarakat hanya memilih plastik yang murah tanpa memikirkan kualitas. Namun, tidak jarang juga masyarakat yang menginginkan kualitasnya terjamin.

Dari berbagai ragam pembeli, kami masih menawarkan harga PE merk Tomat dengan harga Rp28.700 perkilogram untuk pembelian karungan.

Sedangkan untuk plastilk Polypropylene (PP) merk Wayang dijual dengan harga dikisaran Rp25.900 perkilogram.

Tak hanya PE merk Tomat dan PP merk Wayang yang kami tawarkan kepada para pembeli.

Kami juga menjual PE dan PP merk lain yang tidak kalah kualitasnya dengan kedua merk tersebut.

Selain barang-barang tersebut diatas para pembeli juga ditawarkan dengan barang plastik High Density Poly Ethelene (HDPE) atau kantong plastik alias asoi merk Sparta, Tiger, Polo, Loco, Tupai dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan bungkus nasi merk Gajah, dus nasi dan snack dengan  berbagai macam motif dan ukuran.

Tali tambang, tali rafia berbagai ukuran, tisu, gelas aqua, gelas oz dengan berbagi jenis, sendok, karet gelang, sedotan juga dijual.

Jika Anda ingin mencoba silahkan berbelanja ke Bipani Plastik yang terletak di Pasar Pulojahe No 38 dan 42, Cakung, Jakarta Timur. Tak hanya berbelanja ditempat. Kami juga melayani pengantaran ke berbagai daerah di Indonesia.

Salam


Pemilik

Espaneli
081290666176
WhatApss 083876994800

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan kepada pembeli.

   

Sunday, 8 January 2017

tanto jogja

Awal Tahun, Harga PE Tomat dan PP Wayang Stabil

DIAWAL tahun 2017 ini banyak diwarnai berbagai kenaikan harga kebutuhan bahan pokok makanan. Seperti, harga cabai yang menjadi "kebanggaan" warga Minang pun terus melejit.  Diberbagai daerah di Indonesia pedasnya harga cabai mencapai Rp100.000 perkilogram. Bahkan, didaerah pelosok tanah air nyaris menembus angka Rp200.000 perkilogram yang tadinya hanya Rp80.000 an.

Berbeda dengan harga kebutuhan pokok. Harga plastik Polyethylene (PE)  merk Tomat dan  Polypropylene (PP) cenderung stabil.  Untuk harga plastik PE merk tomat kami tawarkan Rp28.700 perkilogram.

Sedangkan harga plastik PP merk Wayang dijual dengan harga Rp25.900 perkilogram.

Tak hanya PE merk Tomat dan PP merk Wayang yang dijual. Bipani Plastik juga menjual PE dan PP merk lain.

Selain barang-barang tersebut diatas para pembeli juga ditawarkan dengan barang plastik High Density Poly Ethelene (HDPE) atau kantong plastik alias asoi merk Sparta, Tiger, Polo, Loco, Tupai dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan bungkus nasi merk Gajah, dus nasi dan snack dengan  berbagai macam motif dan ukuran.

Tali tambang, tali rafia berbagai ukuran, tisu, gelas aqua, gelas oz dengan berbagi jenis, sendok, karet gelang, sedotan juga dijual.

Jika Anda ingin mencoba silahkan berbelanja ke Bipani Plastik yang terletak di Pasar Pulojahe No 38 dan 42, Cakung, Jakarta Timur. Tak hanya berbelanja ditempat. Kami juga melayani pengantaran ke berbagai daerah di Indonesia.

Salam

Pemilik Bipani Plastik
Espaneli

Cp: 081290666176

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberutahuan kepada pembeli.

Thursday, 29 September 2016

tanto jogja

Harga PE Tomat Rp28.800


PEROMBAKAN Kabinet Kerja yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu rupanya tidak membawa "angin segar" bagi pertumbuhan ekonomi terutama dilevel bawah.

Bahkan, target pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 ini tidak tercapai.

Ujung-ujungnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenku) menggelontorkan program yang dinamakan Tax Amnesty (pengampunan pajak).

Tax Amnesty yang digadang-gadang bisa menutupi kekurangan pendapatan APBN sampai sekarang masih 'jeblok'. Bahkan, Tax Amnesty mendapatkan tentangan dari berbagai kalangan salah satunya dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang bernama Muhammadiyah.

Akibat program Tax Amnesy yang tidak bisa mencapai target, pemerintahan Jokowi-JK pun harus mengencangkan ikat pinggang dengan cara memangkas sejumlah anggaran di Kementerian dan Lembaga pemerintah.

Roda perekonomian di pasar-pasar tradisional pun tampak lesu. Dari pantaun dibeberapa pasar di Jakarta dan didaerah daya beli masyarakat sudah 3 bulan ini kian menurun.

Belum lagi diperparah dengan harga-harga yang cenderung terjadi kenaikan.

Namun, Bipani Plastik yang berlokasi di Pasar Pulojahe No 38 dan 42 Cakung, Jakarta Timur tetap menjual harga plastik Plastik Polyethylene (PE) merk Tomat dengan harga Rp28.800 perkilogram untuk pembelian partai besar/bal-an.

Selain PE Bipani Plastik juga menjual Plastik Polypropylene (PP), kantong High Density Polyethylene (HDPE), karet gelang, kertas nasi merk gajah, sedotan, gelas oz, gelas aqua, mika dan lain-lain.

Kami sadar, kami bukan yang pertama. Tapi kami akan terus berusaha menjadi yang utama.

Salam Hormat

Pemilik

Espaneli
CP: 081290666176
WhatsAap/Line 081281643453

Email: tansleman02@yahoo.co.id, bipaniplastik@gmail.com

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan kepada pembeli.

Saturday, 4 June 2016

tanto jogja

Harga PE Tomat Terus Anjlok



HARGA plastik Poly Ethylene (PE) merk Tomat yang diproduksi salah satu perusahaan ternama di Indonesia kian hari terus merosot.

Seolah menjadi rujukan bagi plastik PE lain. Jika plastik PE merk Tomat melambung yang plastik merk lainn pun ikut melejit.

Namun, jika harga merk Tomat anjlok, harga PE merk lain pun mengalami hal yang sama.

Zaman ini penuh kebutuhan besar terhadap plastik. Maka, Bipani Plastik berani menspesialisasi diri menjual plastik dengan memberi harga penawaran terbaik.

Memang, pada akhir tahun 2015 lalu, harga PE merk Tomat bisa tembus diangka Rp30.000 per kilogram. Hal itu memang m

embuat pangsa pasar di sejumlah pasar tradisnional di Indonesia loyo.

Tentunya, hal itu bukan hanya dipengaruhi karena PE merk Tomat semata. Namun, memang pada kuartal terakhir tahun lalu roda perekonomian di Indonesia sangat tergopoh-gopoh.

Bahkan, sampai tergopohnya angka penerimaan pajak pemerintah tahun 2015 hanya diklaim isapan jempol semata.

Adalah Direktur Eksekutif LBH Pajak dan Cukai Nelson Butarbutar yang meragukan klaim pemerintah terkait penerimaan negara dari sektor pajak tersebut.

Kepada wartawan, Nelsonmempertanyakan penerimaan pajak yang disampaikan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro tanggal 28 Desember 2015 lalu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 982 triliun.

"Penerimaan pajak sampai 25 Desember 2015 diakui Menkeu mencapai Rp 1.000 triliun. Apakah semua angka-angka itu benar atau tidak?" kata Nelson, Sabtu (2/1/2016) dikutip dari www.penaone.com.

Kata Nelson, Menkeu Bambang belum genap sebulan menunjuk Ken Dwijugiasteadi sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur jenderal Pajak (DJP) terhitung mulai 2 Desember 2015 menggantikan Sigit Priadi Pramudito karena tidak mampu memenuhi target penerimaan pajak tahun ini.

Saat itu, Sigit mengaku gagal dan langsung mengundurkan diri sebagai dirjen Pajak karena baru mencapai 65 persen dari target Rp 1,294,2 triliun.

Menurut Nelson, Menkeu mengklaim meski belum mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 1.294,26 triliun, namun dia bangga karena capaian tersebut merupakan rekor penerimaan pajak tertinggi, melebihi realisasi pajak tahun sebelumnya.

"Menkeu malah memperkiraan penerimaan pajak hingga akhir tahun ini akan mencapai 85,8 persen dari target. Artinya kekurangan Rp 98 triliun untuk bisa mencapai penerimaan hingga 85 persen atau setara Rp 1.098 triliun akan dipenuhi dari sektor pajak non migas, PPh migas, bea dan cukai. Itu sangat luar biasa lho jika benar," jelas Nelson.

Nelson sangat yakin, penerimaan pajak 2015 kurang dari Rp 1.048 triliun. Bukan Rp 1.110, 4 triliun seperti yang dikatakan Bambang Brodjonegoro pada akhir Desember 2015.

“Kami meragukan kebenaran pernyataan Menkeu itu. Apalagi, ketika Menkeu memakai kata “penerimaan”. Itu artinya penerimaan riil Direktorat Jenderal Pajak yang sudah disetorkan oleh Wajib Pajak (WP),” katanya. (sumber http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/16/01/04/o0fo6y378-lbh-penerimaan-pajak-2015-hanya-rp-1048-triliun).

Kembali ke Bipani Plastik, saat ini kami menjual PE merk Tomat dengan harga Rp28.500 perkilogram (untuk pembelian partai besar/bal an).      
Selain plastik PE itu, kami yang berlokasi di Pasar Pulojahe No 38 dan 42 Cakung, Jakarta Timur juga menawarkan berbagai macam jenis plastik PE dari berbagai merk dan seluruh ukuran.

Ada juga Poly Propylene (PP), kantong HDPE, karet gelang, kertas nasi, sedotan, gelas oz, mika dan lain-lain.

Pembelian dari dan luar kota Jakarta sering kami layani. Pembeli yang menjadi aset kami tersebut banyak berasal dari kota Bontang, Papua, Bangka Belitung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Karawang, Belitung, Pekanbaru, Medan dan lain-lain.

Tidak ada salahnya, malah kami sangat bangga jikalau Anda yang berdomisili di Jakarta berkenan singgah dan berbelanja ke Bipani Plastik.

Moto kami,"Aset Pengusaha adalah Pembeli".

Terimakasih

Pemilik

Espaneli
081290666176, 081283011744
Email:
bipaniplastik@gmail.com, tansleman02@yahoo.co.id

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

tanto jogja

Toko BIPANI PLASTIK




HARGA plastik Poly Ethylene (PE) merk Tomat yang diproduksi salah satu perusahaan ternama di Indonesia kian hari terus merosot. Seolah menjadi rujukan bagi plastik PE lain. Jika plastik PE merk Tomat melambung yang plastik merk lainn pun ikut melejit. Namun, jika harga merk Tomat anjlok, harga PE merk lain pun mengalami hal yang sama.

Zaman ini penuh kebutuhan besar terhadap plastik. Maka, Bipani Plastik berani menspesialisasi diri menjual plastik dengan memberi harga penawaran terbaik.

Memang, pada akhir tahun 2015 lalu, harga PE merk Tomat bisa tembus diangka Rp30.000 per kilogram. Hal itu memang membuat pangsa pasar di sejumlah pasar tradisnional di Indonesia loyo.

Tentunya, hal itu bukan hanya dipengaruhi karena PE merk Tomat semata. Namun, memang pada kuartal terakhir tahun lalu roda perekonomian di Indonesia sangat tergopoh-gopoh.

Bahkan, sampai tergopohnya angka penerimaan pajak pemerintah tahun 2015 hanya diklaim isapan jempol semata.

Adalah Direktur Eksekutif LBH Pajak dan Cukai Nelson Butarbutar yang meragukan klaim pemerintah terkait penerimaan negara dari sektor pajak tersebut.

Kepada wartawan, Nelson, mempertanyakan penerimaan pajak yang disampaikan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro tanggal 28 Desember 2015 lalu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 982 triliun.

"Penerimaan pajak sampai 25 Desember 2015 diakui Menkeu mencapai Rp 1.000 triliun. Apakah semua angka-angka itu benar atau tidak?" kata Nelson, Sabtu (2/1/2016) dikutip dari www.penaone.com.

Kata Nelson, Menkeu Bambang belum genap sebulan menunjuk Ken Dwijugiasteadi sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur jenderal Pajak (DJP) terhitung mulai 2 Desember 2015 menggantikan Sigit Priadi Pramudito karena tidak mampu memenuhi target penerimaan pajak tahun ini.

Saat itu, Sigit mengaku gagal dan langsung mengundurkan diri sebagai dirjen Pajak karena baru mencapai 65 persen dari target Rp 1,294,2 triliun.

Menurut Nelson, Menkeu mengklaim meski belum mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 1.294,26 triliun, namun dia bangga karena capaian tersebut merupakan rekor penerimaan pajak tertinggi, melebihi realisasi pajak tahun sebelumnya.

"Menkeu malah memperkiraan penerimaan pajak hingga akhir tahun ini akan mencapai 85,8 persen dari target. Artinya kekurangan Rp 98 triliun untuk bisa mencapai penerimaan hingga 85 persen atau setara Rp 1.098 triliun akan dipenuhi dari sektor pajak non migas, PPh migas, bea dan cukai. Itu sangat luar biasa lho jika benar," jelas Nelson.

Nelson sangat yakin, penerimaan pajak 2015 kurang dari Rp 1.048 triliun. Bukan Rp 1.110, 4 triliun seperti yang dikatakan Bambang Brodjonegoro pada akhir Desember 2015.

“Kami meragukan kebenaran pernyataan Menkeu itu. Apalagi, ketika Menkeu memakai kata “penerimaan”. Itu artinya penerimaan riil Direktorat Jenderal Pajak yang sudah disetorkan oleh Wajib Pajak (WP),” katanya. (sumber http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/16/01/04/o0fo6y378-lbh-penerimaan-pajak-2015-hanya-rp-1048-triliun).

Kembali ke Bipani Plastik, saat ini kami menjual PE merk Tomat dengan harga Rp28.500 perkilogram (untuk pembelian partai besar/bal an).      
Selain plastik PE itu, kami yang berlokasi di Pasar Pulojahe No 38 dan 42 Cakung, Jakarta Timur juga menawarkan berbagai macam jenis plastik PE dari berbagai merk dan seluruh ukuran.

Ada juga Poly Propylene (PP), kantong HDPE, karet gelang, kertas nasi, sedotan, gelas oz, mika dan lain-lain.

Pembelian dari dan luar kota Jakarta sering kami layani. Pembeli yang menjadi aset kami tersebut banyak berasal dari kota Bontang, Papua, Bangka Belitung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Karawang, Belitung, Pekanbaru, Medan dan lain-lain.

Tidak ada salahnya, malah kami sangat bangga jikalau Anda yang berdomisili di Jakarta berkenan singgah dan berbelanja ke Bipani Plastik.

Moto kami,"Aset Pengusaha adalah Pembeli".

Terimakasih

Pemilik

Espaneli
081290666176, 081283011744
Email:
bipaniplastik@gmail.com, tansleman02@yahoo.co.id

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Tuesday, 12 April 2016

tanto jogja

BIPANI PLASTIK Menawarkan Harga Plastik Murah yang Berkualitas




BIPANI PLASTIK menjual berbagai macam plastik seperti Polyethylene (PE) Polypropylene (PP), High Density Poly Ethelene (HDPE). Tidak hanya itu saja, anda juga bisa mendapatkan bungkus nasi, dus dengan berbagai ukuran, tali tambang, tali rafia berbagi macam ukuran, tisu, gelas aqua dengan berbagi jenis.

http://wartatv.com/index.php?view=video&id=19113:temukan-berbagai-macam-plastik-harga-murah-di-bipani-plastik&option=com_jomtube&Itemid=141

https://www.youtube.com/watch?v=2sDqWGjMQGM

Monday, 11 April 2016

tanto jogja

Harga PE Tomat Terus Anjlok



HARGA plastik Poly Ethylene (PE) merk Tomat yang diproduksi salah satu perusahaan ternama di Indonesia kian hari terus merosot. Seolah menjadi rujukan bagi plastik PE lain. Jika plastik PE merk Tomat melambung yang plastik merk lain pun ikut melejit. Namun, jika harga merk Tomat anjlok, harga PE merk lain pun mengalami hal yang sama.

Zaman ini penuh kebutuhan besar terhadap plastik. Maka, Bipani Plastik berani menspesialisasi diri menjual plastik dengan memberi harga penawaran terbaik.

Memang, pada akhir tahun 2015 lalu, harga PE merk Tomat bisa tembus diangka Rp30.000 per kilogram. Hal itu memang membuat pangsa pasar di sejumlah pasar tradisnional di Indonesia loyo.

Tentunya, hal itu bukan hanya dipengaruhi karena PE merk Tomat semata. Namun, memang pada kuartal terakhir tahun lalu roda perekonomian di Indonesia sangat tergopoh-gopoh.

Bahkan, sampai tergopohnya angka penerimaan pajak pemerintah tahun 2015 hanya diklaim isapan jempol semata.

Adalah Direktur Eksekutif LBH Pajak dan Cukai Nelson Butarbutar yang meragukan klaim pemerintah terkait penerimaan negara dari sektor pajak tersebut.

Kepada wartawan, Nelson, mempertanyakan penerimaan pajak yang disampaikan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro tanggal 28 Desember 2015 lalu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 982 triliun.

"Penerimaan pajak sampai 25 Desember 2015 diakui Menkeu mencapai Rp 1.000 triliun. Apakah semua angka-angka itu benar atau tidak?" kata Nelson, Sabtu (2/1/2016) dikutip dari www.penaone.com.

Kata Nelson, Menkeu Bambang belum genap sebulan menunjuk Ken Dwijugiasteadi sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur jenderal Pajak (DJP) terhitung mulai 2 Desember 2015 menggantikan Sigit Priadi Pramudito karena tidak mampu memenuhi target penerimaan pajak tahun ini.

Saat itu, Sigit mengaku gagal dan langsung mengundurkan diri sebagai dirjen Pajak karena baru mencapai 65 persen dari target Rp 1,294,2 triliun.

Menurut Nelson, Menkeu mengklaim meski belum mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 1.294,26 triliun, namun dia bangga karena capaian tersebut merupakan rekor penerimaan pajak tertinggi, melebihi realisasi pajak tahun sebelumnya.

"Menkeu malah memperkiraan penerimaan pajak hingga akhir tahun ini akan mencapai 85,8 persen dari target. Artinya kekurangan Rp 98 triliun untuk bisa mencapai penerimaan hingga 85 persen atau setara Rp 1.098 triliun akan dipenuhi dari sektor pajak non migas, PPh migas, bea dan cukai. Itu sangat luar biasa lho jika benar," jelas Nelson.

Nelson sangat yakin, penerimaan pajak 2015 kurang dari Rp 1.048 triliun. Bukan Rp 1.110, 4 triliun seperti yang dikatakan Bambang Brodjonegoro pada akhir Desember 2015.

“Kami meragukan keb
kenaran pernyataan Menkeu itu. Apalagi, ketika Menkeu memakai kata “penerimaan”. Itu artinya penerimaan riil Direktorat Jenderal Pajak yang sudah disetorkan oleh Wajib Pajak (WP),” katanya. (sumber http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/16/01/04/o0fo6y378-lbh-penerimaan-pajak-2015-hanya-rp-1048-triliun).

Kembali ke Bipani Plastik, saat ini kami menjual PE merk Tomat dengan harga Rp28.500 perkilogram (untuk pembelian partai besar/bal an).      
Selain plastik PE itu, kami yang berlokasi di Pasar Pulojahe No 38 dan 42 Cakung, Jakarta Timur juga menawarkan berbagai macam jenis plastik PE dari berbagai merk dan seluruh ukuran.

Ada juga Poly Propylene (PP), kantong HDPE, karet gelang, kertas nasi, sedotan, gelas oz, mika dan lain-lain.

Pembelian dari dan luar kota Jakarta sering kami layani. Pembeli yang menjadi aset kami tersebut banyak berasal dari kota Bontang, Papua, Bangka Belitung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Karawang, Belitung, Pekanbaru, Medan dan lain-lain.

Tidak ada salahnya, malah kami sangat bangga jikalau Anda yang berdomisili di Jakarta berkenan singgah dan berbelanja ke Bipani Plastik.

Moto kami,"Aset Pengusaha adalah Pembeli".

Terimakasih

Pemilik

Espaneli
081290666176
Email:
bipaniplastik@gmail.com, tansleman02@yahoo.co.id

NB: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.